Tabungan Pohon : Tanam Pohon, Tanam Harapan
Program Tabung Pohon mengajak masyarakat untuk berinvestasi pada masa depan yang lebih baik. Setiap pohon mangrove yang ditanam bukan hanya menghijaukan pesisir, tetapi juga menumbuhkan ekonomi lokal. Hasil dari penjualan bibit dan kegiatan penanaman akan menjadi modal untuk usaha-usaha produktif kelompok perempuan KSM Boleng Bersatu , meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.
Program inovatif ini tidak hanya fokus pada pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove, tetapi juga secara langsung berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
- SDGs 1: Tanpa Kemiskinan: Dengan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui penjualan bibit dan hasil dari kegiatan penanaman, program ini membantu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, terutama bagi kelompok perempuan.
- SDGs 8: Ketenagakerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi: Kegiatan penanaman mangrove menciptakan peluang kerja bagi masyarakat lokal, baik dalam proses penanaman maupun dalam pengelolaan hasil hutan mangrove. Selain itu, dana simpan pinjam yang terbentuk dapat digunakan untuk mengembangkan usaha-usaha produktif, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan menciptakan lapangan kerja baru.
Program Tabung Pohon KSM Boleng Bersatu tidak hanya berdampak positif pada lingkungan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam upaya mewujudkan desa yang sejahtera dan berkelanjutan.
Ayo Gabung dalam Program !
Info lebih lanjut dan pendaftaran silahkan klik link berikut ini :
Lindungi Pantai, Selamatkan Bumi, Tanam Mangrove!
Pernahkah Anda terpikirkan betapa pentingnya hutan mangrove bagi kehidupan kita? Hutan bakau ini bukan hanya sekadar kumpulan pohon di tepi pantai, namun ia adalah benteng pertahanan alami yang melindungi garis pantai dari abrasi, gelombang pasang, dan badai. Akar-akar mangrove yang kuat menjadi rumah bagi beragam biota laut, seperti ikan, udang, dan kepiting, serta menjadi tempat berkembang biak bagi berbagai jenis burung.
Selain itu, mangrove juga berperan penting dalam menjaga kualitas air laut, menyerap karbon dioksida, dan mengurangi dampak perubahan iklim. Hutan mangrove yang sehat akan membantu menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, seperti sumber mata pencaharian dari hasil perikanan dan ekowisata.
Namun, sayangnya, luas hutan mangrove di dunia terus menyusut akibat alih fungsi lahan, pembangunan infrastruktur, dan eksploitasi sumber daya alam yang tidak berkelanjutan. Kondisi ini mengancam kelangsungan hidup berbagai spesies dan meningkatkan risiko bencana alam.
Indonesia memiliki 23% ekosistem mangrove di dunia. Dari luas mangrove di Indonesia, 1.671.140,75 hektare dalam kondisi baik, sedangkan sisanya seluas 1.817.999,93 hektare dalam kondisi rusak. Berdasarkan data dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Manggarai Barat, luas lahan mangrove di Manggarai Barat mencapai 2.892,36 hektare, tersebar di Kecamatan Komodo, Lembor, Boleng, Macang Pacar dan Kecamatan Sano Nggoang.
Berdasarkan data dari BPDAS Benain Noelmina tahun 2006, luas ekosistem mangrove di Kecamatan Boleng tercatat sebesar 471,36 hektar. Kawasan manggove terluas berada di Desa Golo Sepang dan di Desa Tanjung Boleng.
Kawasan hutan bakau di utara Kabupaten Manggarai Barat memiliki luas, yang dijadikan fokus area pelestarian dan rehabiltasi berada di desa di Tanjung Boleng sehubungan dengan pengembangan kawasan guna mendukung pelestarian lingkungan sekaligus pemanfaatan jasa lingkungan untuk kepariwisataan.
Mari kita bersama-sama mengubah keadaan!
Dengan menanam mangrove, kita telah berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Setiap pohon mangrove yang kita tanam adalah investasi untuk masa depan, baik bagi kita maupun generasi mendatang.
Apa yang bisa Anda lakukan?
- Ikut serta dalam kegiatan penanaman mangrove.
- Sebarkan informasi tentang pentingnya mangrove kepada orang-orang di sekitar Anda.
- Dukung organisasi yang peduli terhadap pelestarian mangrove.
- Hindari membeli produk yang merusak ekosistem mangrove.
Bersama kita bisa membuat perubahan nyata!
Wali Mangrove bertujuan untuk membuka ruang kepada publik yang ingin terlibat dalam upaya perbaikan lingkungan, khususnya melalui penanaman kembali (revegetasi) ataupun penghutanan kembali (reforestasi) kawasan hutan pantai dengan tanaman berjenis mangrove. Terdiri dari dua kegiatan utama yaitu (1) Pembibitan dan (2) Penanaman.
Pada kegiatan pembibitan, kami berusaha menangkarkan bibit pohon tanaman bakau/ mangrove yang berasal dari pohon induk di sekitar kawasan.
Lokasi Penanaman Mangrove di Desa Tanjung Boleng dan Golo Sepang.

Bibit ini digunakan untuk kegiatan penanaman yang diarahkan untuk menghutankan kembali lahan kosong/kritis yang saat ini mayoritas berupa lahan terlantar agar fungsi hutan sebagai pendukung kehidupan dapat pulih kembali.
![]()


